LED Billboard di Desa Paya Kumang Mati Total : Terkesan Terbiarkan dan Menjadi Hiasan Kosong di Jalanan

Ketapang,Kalbar|kibaunews.com–LED billboard yang terletak di Desa Paya Kumang, tepatnya di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Ketapang, Kalimantan Barat, yang sudah berbulan-bulan mati total (matot) mengundang pertanyaan besar terkait fungsinya. Sebagai media sosialisasi digital, LED billboard ini seharusnya memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun, dengan keadaan matot yang berlangsung lama, jelas menimbulkan kerugian estetika dan kegunaan yang seharusnya didapatkan.

Penasehat Hukum Angkat Suara Soal Penahanan Ketua Koperasi Kebun Lipat Gunting Persada Oleh Polres Ketapang

Dari segi estetika, LED billboard seharusnya menjadi elemen yang mempercantik ruang kota dan menambah nilai visual yang modern. Kehadirannya bisa memperkaya pemandangan jalan, memberikan nuansa dinamis dengan pencahayaan yang bisa menarik perhatian. Namun, dengan kondisi mati, bukan hanya fungsi estetika yang hilang, melainkan juga memberi kesan terbengkalai dan tidak terawat, mengurangi kualitas visual lingkungan sekitar.

Dari sisi fungsi, LED billboard yang mati seharusnya berperan sebagai sarana informasi dan komunikasi publik. Fungsi utama billboard adalah untuk memberikan informasi terkini, promosi, hingga iklan layanan masyarakat yang dapat menjangkau audiens secara luas. Tanpa berfungsinya media ini, jelas bahwa fungsinya tidak tercapai. Penggunaan teknologi canggih seperti LED billboard semestinya memberikan dampak positif, baik dari sisi efektivitas penyampaian pesan maupun keuntungan ekonomi bagi pemilik maupun masyarakat sekitar.

Pembangunan Kantor Syahbandar Teluk Batang,Pelaksana Tinggalkan Hutang

Lantas, jika billboard tersebut tidak menyala, untuk apa pembuatannya? Ini menjadi sebuah pertanyaan besar, mengingat investasi yang dikeluarkan untuk pemasangan billboard digital tentu tidak sedikit. Bila tidak dikelola dengan baik atau tidak difungsikan semestinya, maka keberadaannya hanya menjadi pemborosan sumber daya. Sebagai sarana yang dirancang untuk memberi manfaat, baik secara estetika maupun informasi, keberadaan billboard yang mati ini mencerminkan perlunya perhatian terhadap perawatan dan pemeliharaan infrastruktur publik agar tidak hanya menjadi “hiasan kosong” di jalanan.

(YH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Iklan