Diduga Dibunuh,Keluarga Meminta Penyelidikan Mendalam Terkait Kematian Kades Karya Mukti

Ketapang, Kalbar|kibaunews.com –- Keluarga almarhum Andri Yansyah, Kepala Desa Karya Mukti yang meninggal pada Jumat (29/11/2024), meminta dilakukan autopsi dan penyelidikan lebih mendalam terkait kematiannya. Meskipun awalnya diberitakan sebagai bunuh diri, keluarga merasa ragu dengan penyebab kematian tersebut dan diduga ada faktor lain yang mengarah pada tindak kekerasan.

Andri Yansyah menjabat sebagai Kepala Desa Karya Mukti sejak 23 Agustus 2021 dan dikenal sangat aktif membela hak-hak masyarakat. Salah satu tindakan yang mencuri perhatian adalah aksi protes terkait tumpang tindihnya Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) milik perusahaan perkebunan sawit dengan sertifikat hak milik warga. Kabar kematian Andri yang semula diduga dan diisyukan bunuh diri sangat mengejutkan banyak pihak.

Keterangan Keluarga dan Rekan Kerja

Saat ditemui tim media di ruang jenazah RS Fatimah Ketapang, Heri Yunanda, kakak kandung almarhum, menceritakan bahwa pada Jumat siang sekitar pukul 11.05 WIB (sebelum sholat Jumat), ia menerima telepon dari bendahara Desa Karya Mukti yang menggunakan ponsel milik Andri. Bendahara desa tersebut menyampaikan kabar duka bahwa Andri telah meninggal dan jenazahnya telah dibawa ke RS Fatimah.

Karena merasa panik,Heri hanya memeriksa tubuh almarhum dan tidak menemukan tanda-tanda seperti yang biasa terlihat pada kasus gantung diri.

Di rumah sakit, istri kedua almarhum, ND, yang juga bekerja sebagai pegawai honorer di salah satu instansi pemerintah, mengatakan kepada Heri bahwa Andri ditemukan gantung diri di ayunan anak mereka. Istri almarhum juga mengungkapkan bahwa pada malam sebelum kejadian, mereka bertengkar karena sang istri tidak ingin ikut pindah ke Karya Mukti.

Masih menurut Heri,Keterangan lain diperoleh dari TH, Kaur Desa Karya Mukti, yang sehari sebelum kejadian diminta menemui almarhum. TH mengungkapkan bahwa saat ia datang, ND yang menemui dan mengatakan bahwa Andri sedang sakit. Namun, beberapa menit kemudian, ND memberitahukan bahwa Andri telah bunuh diri dan mengajak membawa jenazah ke RS.

Heri Yunanda sangat menyesalkan keputusan ND bersama seorang teman dan Kaur Desa untuk langsung membawa jenazah ke rumah sakit ,tanpa melaporkannya ke polisi terlebih dahulu. “rasanya tidak masuk akal jika adik saya bunuh diri. Kami juga mendengar kabar mengenai perselingkuhan istrinya, namun adik saya tidak terpengaruh. Selain itu, di rumah tipe 36,di lingkungan Perumahan tidak mungkin ada yang tidak mendengar jika seseorang bunuh diri,” ujar Heri.

Dari keterangan dua keluarga almarhum lainnya, yakni sepupu dan bibi, ditemukan adanya luka dan memar di beberapa bagian tubuh Andri, seperti bahu, belakang tubuh, dada, dan kaki, yang diduga akibat pemukulan atau penusukan.

Heri Yunanda, mewakili keluarga, menegaskan bahwa mereka meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini . Setelah permintaan keluarga, tim INAFIS segera melakukan autopsi pada Jumat sore, sekitar pukul 16.00 WIB, di RS Fatimah Ketapang. Namun, karena peralatan medis yang tidak memadai, jenazah kemudian dipindahkan ke RSUD Agoesdjam Ketapang pada pukul 17.15 WIB untuk dilakukan autopsi lanjutan hingga pukul 22.32 WIB.

Penanganan Kasus oleh Pihak Berwenang

Polres Ketapang telah menerima laporan dari keluarga almarhum. Seperti dikutip Pontianak Post pada Sabtu (30/11), Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Wawan Darmawan, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan autopsi sesuai laporan keluarga untuk memastikan penyebab kematian. “Untuk kepastiannya keluarga minta autopsi. Saat ini sedang dikoordinasikan dengan dokter dari Pontianak,” ungkapnya.

Diduga Dibunuh Jenazah Andri Yansyah kini telah dimakamkan

Setelah autopsi selesai, jenazah almarhum dibawa pulang oleh keluarga ke kampung halaman di Abut Bekake, Desa Muara Gerunggang, Kecamatan Pemahan, dan tiba pada pukul 05.07 WIB. Berdasarkan kabar terakhir, jenazah almarhum telah dimakamkan.

Masyarakat berharap pihak berwenang, khususnya kepolisian, dapat mengusut tuntas kematian Andri Yansyah dengan transparan dan profesional dan dapat mengungkap penyebab kematian yang sebenarnya serta memberikan kepastian kepada keluarga almarhum.*tim/red*

Pewarta :Sr/Editor :YH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner Iklan