Ketapang,Kalbar|kibaunews.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, bersama Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, kembali tiba di Bandara Rahadi Oesman, Ketapang, pada Senin (3/3) setelah menghadiri acara retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Indonesia.
Kedatangan keduanya disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat Ketapang yang telah berkumpul sejak pagi di area bandara. Ratusan warga setempat dengan penuh semangat menyambut pemimpin daerah mereka yang baru saja menyelesaikan kegiatan penting di Lembah Tidar Magelang.
Dalam prosesi penyambutan tersebut, masyarakat Dayak di Ketapang menyampaikan penghormatan adat melalui ritual Jelai Sekayuk dan Kendawangan Seakaran. Ritual ini merupakan ungkapan doa dan harapan agar kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati dapat membawa kemajuan dan keberkahan bagi Kabupaten Ketapang. Sementara itu, masyarakat Melayu menggelar prosesi Tepung Tawar sebagai simbol doa agar pemimpin daerah ini senantiasa diberkahi dalam menjalankan amanahnya.
Kedua tradisi ini memiliki makna mendalam, sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan yang baru serta harapan akan kesejahteraan yang lebih baik. Semangat dan antusiasme masyarakat tampak jelas dari banyaknya warga yang hadir sejak pagi untuk menyaksikan secara langsung dan memberikan dukungan kepada Bupati dan Wakil Bupati yang baru kembali dari acara nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Ketapang. “Momen ini memperlihatkan kedekatan kami dengan masyarakat. Kami berharap, melalui kerja sama yang solid, kita dapat membawa Kabupaten Ketapang menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Bupati.
Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Ketapang ini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat, yang berharap kemajuan daerah semakin pesat dan penuh berkah.