Tambang Emas

Jejak Operasi Tambang Bos Usman: Dari Singkawang, Kuasai Lokasi Tambang Luas, Hingga Aliran Minyak ‘AJN’ dan ‘TL’ yang Kebal Hukum

49
×

Jejak Operasi Tambang Bos Usman: Dari Singkawang, Kuasai Lokasi Tambang Luas, Hingga Aliran Minyak ‘AJN’ dan ‘TL’ yang Kebal Hukum

Sebarkan artikel ini

 

KETAPANG – Nama Bos Usman kembali mencuat dan menjadi sorotan utama dalam kasus pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang kian merajalela di Kabupaten Ketapang. Nama ini tidak hanya dikaitkan dengan aktivitas penambangan di wilayah Kemuning Biutak, namun diduga kuat merupakan sosok dalang yang mengelola puluhan unit alat berat yang tersebar di berbagai titik lokasi penambangan di daerah tersebut.

 

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya, namun mengetahui persis jejak operasi yang dijalankan Bos Usman, membongkar bahwa jangkauan kendali sosok ini sangat luas. Berdasarkan informasi dan bukti dokumentasi yang dimilikinya, lokasi pengoperasian alat berat yang dikelola Bos Usman membentang jauh, mulai dari kawasan Danau, Padang Bunga, Sungai Burung, hingga menjangkau wilayah Natai Belian.

 

Alat Bos Usman ni banyak bang, dari Danau sampai ke Natai Belian ade jak am alat nye,” ungkap warga tersebut dengan nada yakin.

 

Lebih jauh lagi, narasumber ini mengaku memiliki bukti berupa sejumlah foto yang mengonfirmasi peran Bos Usman di lapangan. Ia menjelaskan bahwa sosok tersebut bertindak sebagai penanggung jawab utama atas keberadaan alat-alat berat tersebut, sementara untuk operasional ekskavator sendiri dipercayakan kepada orang kepercayaannya bernama Aboy.

 

Saye tau bang, karne saye lengkap foto-foto nye. Bos Usman ni sebagai penanggung jawab alat berat dilapangan, kalau penanggung jawab ekskavator nye si Aboy,” lanjutnya.

 

Tak hanya soal peralatan, awak media juga menyinggung aliran pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk menggerakkan puluhan alat berat tersebut. Menurut keterangan warga tersebut, pasokan minyak berasal dari luar provinsi, dan dikelola oleh dua nama yang sangat akrab di telinga kalangan pengusaha BBM di Ketapang, meski ia enggan menyebutkan nama lengkapnya.

 

Minyak ni asal nye dari Kalteng bang, dari “AJN”. Koordinator lapangan untuk ngurus minyak tu si “HS” yang biase di panggil “Tl”. Abang pun pasti dak asing dengar name itu, cume dak tersentuh APH die bang, jaringan nye kuat,” tuturnya mengisyaratkan betapa kokohnya benteng perlindungan yang dimiliki jaringan tersebut.

 

Dari keterangan yang dihimpun, diketahui bahwa Bos Usman sendiri bukanlah warga asli Kabupaten Ketapang. Ia disebut berasal dari wilayah Singkawang. Sosok ini digambarkan sangat berhati-hati, tertutup, dan penuh rahasia dalam setiap pergerakannya.

 

Bos Usman tu bukan orang Ketapang bang tapi orang Singkawang. Terkait foto nye yang mane, die datang selalu pakai masker, jadi dak pernah nampilkan wajah nye. Bos besar nye die bang, punye hubungan gak am dengan para APH nyan,” ujarnya menggunakan logat khas daerah Ketapang, yang semakin menguatkan dugaan adanya keterkaitan erat sosok ini dengan Aparat Penegak Hukum (APH).

 

Masyarakat setempat pun kini menaruh harapan besar kepada pihak berwenang agar segera mengambil tindakan tegas dan menyeluruh. Keberadaan tambang ilegal yang dikelola oleh jaringan dari luar daerah dengan jangkauan operasi yang sangat luas ini dinilai semakin merajalela dan meresahkan, sehingga menuntut penindakan yang serius, tuntas, dan tidak pandang bulu.

 

Red “KN”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *