Ketapang – Dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten ketapang telah menayangkan seluruh paket kegiatannya untuk di ketahui publik melalui, Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah ( SIRUP LKPP).
Namun yang sangat si sayangkan, khusus nya di bidang Perkebunan, tedapat 10 Kegiatan/ paket Penunjukan Langsung (PL) yang diduga dimiliki, di kelola dan di akomodir oleh salah satu orang kontraktor.
Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut Tim investigasi menghubungi salah satu staf dinas pertanian khusus nya bidang Perkebunan, dengan inisial “SDMN” dengan Menyampaikan judul kegiatan yang tercatat di SIRUP LKPP.
” Dah ada tuan nye” Jawab sdmn.
Menurut sdmn yang koordinir semua paket kegiatan dibidang nya adalah ” Pak ARSD” Kemudian tim bertanya apa makna dari kata “koordinir” tersebut. Kemudian Sdmn melalu pesan singkat memberikan penjelasan bahwa semua surve Lokasi yang dilakukan bidang nya, untuk penunjukan surve lokasi dari keseluruhan 10 paket kegiatan tersebut atau lokasi yang akan dilaksanakan kegiatan paket penunjukan langsung tersebut adalah Arsd.

Bukan tidak mungkin paket kegiatan tersebut diduga milik saudara ARSD, karna semua lokasi dari 10 paket kegiatan tersebut dia lah yang mengetahui nya.
Tidak berhenti disitu tim coba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan kabupaten ketapang melalui Pesan singkat. Ir.Sikat, M.Si.. Mempertanyakan kebenaran informasi dari staf nya tersebut. Namun sampai berita ini diturun kan Pak sikat tidak menjawab dan tidak memberikan tanggapan pertanyaan Tim.
Diam nya Pak sikat membuat publik semakin yakin bahwa dugaan terhadap informasi tersebut benar, bahwa informasi kegiatan yang ditayangkan di SIRUP LKPP hanyalah kamuflase semata sementara semua kegiatan tersebut sudah ada pemilik nya dan ditunjuk sebelum nya.
Siapa ARSD selaku koordinator kegiatan Paket Penunjukan Langsung di bidang perkebunan?
Belakangan di ketahui arsd ini adalah seorang kontraktor senior dan pemain lama, di dinas pertanian
” Dari jaman kabid lama bang die tu bemain disian.” Ungkap salah satu kontraktor yang enggan disebut nama nya.
Pola lama yang diketahui publik ialah dengan mengutus orang lain sebagai pengurus dan pinjam perusahaan sebagai legalitas untuk mendapatkan kegiatan sehingga sulit bagi media untuk melacak kebenaran informasi tersebut
Publik berharap kepada dinas pertanian untuk tetap mengedepan kan profesional dalam menunjuk pelaksana kegiatan, agar hasil yang didapat kan dari setiap kegiatan sesuai dengan harapan masyarakat
Redaksi membuka ruang hak jawab bagi siapa saja yang disebut namanya sesuai dengan undang undang no 40 tahun 1999 tentang pers
Tim: KN, JK





