Ketapang – Setelah dilantik pada 23 januari lalu, direktur rumah sakit agoesdjam yang baru, drg. Basaria Rajaguguk. M.Sos resmi memikul tanggung jawab yang sangat besar terhadap perbaikan dan kinerja serta pelayanan dari rumah sakit agoesdjam terhadap masyarakat.
Sebagai direktur Basaria juga mengelola dan memegang kendali penuh terhadap anggaran yang dibilang tidak kecil, menurut data yang di peroleh tim investigasi, kini basaria mengelola anggaran BADAN LAYANAN UMUM DAERAH ( BLUD ) sebesar 62 miliar lebih dan APBD sebesar 75 miliar lebih selama periode Murni 2026.
Berbagai komentar dan harapan dari masyarakat terkait besar nya anggaran yang akan di kelola oleh pihak RSUD agar terlihat lebih baik dari sebelum nya antara lain :
PENINGKATAN FASILITA DAN PERLENGKAPAN MEDIS.
Masyarakat berharap sebagian dana BLUD dapat dialokasikan untuk memperbarui dan menambah fasilitas serta perlengkapan medis. Beberapa ruangan rawat inap dan unit pelayanan seperti ICU, NICU, dan laboratorium
masih membutuhkan peningkatan kapasitas dan peralatan yang lebih modern untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kemampuan menangani kasus yang lebih kompleks. Agar tak ada lagi keluhan dari masyarakat yang ingin pelayanan Terbaik dari Rumah sakit yang dimiliki pemerintah daerah kab ketapang tersebut
PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA
Selain fasilitas, masyarakat juga menginginkan peningkatan kompetensi
tenaga kesehatan melalui pelatihan dan
pengembangan karir. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan kemampuan dalam memberikan pelayanan yang aman,nyaman, efektif, dan ramah kepada pasien.
Selain itu, upaya untuk meningkatkan
kesejahteraan dan insentif bagi tenaga
kesehatan juga diharapkan agar dapat
mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas,
TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS
PENGELOLAAN DANA
Masyarakat menekankan kepada Basaria pentingnyat ransparansi dan akuntabilitas dalam
pengelolaan dana BLUD. masyarakat berharap pihak rumah sakit dapat secara teratur menyampaikan laporan penggunaan dana, baik melalui kanal resmi seperti website maupun melalui media sosial resmi milik RSUD serta melalui rapat publik dengan masyarakat.Pengawasan yang ketat dari berbagai pihak juga diharapkan untuk memastikan dana digunakan secara optimal dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. jangan sampai dengan besaran anggaran tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang dapat mengganggu pelayanan publik.
Dari berbagai harapan masyarakat tersebut mampukah basaria mewujudkan nya?
Jangan sampai kebijakan kebijakan yang Basaria ambil dan putuskan dapat merugikan masyarakat Kabupaten ketapang yang ingin mendapatkan pelayanan terbaik dari rumah Rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
tim : Red KN & JK








