Kegiatan Penyelenggaraan jalan Provinsi Kalimantan barat Berupa Rehabilitasi Jembatan Ruas jalan Sukadana – Teluk Batang dengan nilai kontrak mencapai 4,8 M seakan tak berhenti dari kontroversi
Dugaan pinjam bendera, kontraktor tidak profesional, hingga ada nya dugaan bermain main dengan anggaran terus saja jadi perbincangan publik.
Setelah tim investigasi dari lapangan kemudian tim mancoba menghubungi kontraktor pelaksana yang diduga bernama UDN melalui via whatsapp, dengan no 0812 5XXXXXX8 mempertanyakan tentang:
-keterlambatan waktu
pelaksanaan
-asal muasal dari pengadaan kayu ulin
-penggunaan excavator sebagai alat penghentak kayu pondasi
-penggunaan mesin molen sebagai alat pengganti Batching plant,
-dan persentase pengerjaan?
Namun semua pertanyaan tersebut tidak satupun mendapat jawaban .
Kemudian tim investigasi mencoba menghubungi Kepala Dinas PUPR provinsi Kalimantan barat IZ,dengan no Hp 0813 5XXXXXX00 namun lagi lagi pesan whatsapp yang di kirimkan tidak menemukan jawaban sedikit pun.
Ada apa? Apa yang disembunyikan?
Padahal informasi keterbukaan publik tentang pembangunan daerah wajib disampaikan!!
Diketahui hingga kini dari dua jembatan tersebut baru satu yang telah 100% selesai di kerjakan sedangkan yang lain belum,

Hal hal yang seperti ini akan menjadi opini liar dikalangan publik sehingga dapat menimbulkan berabagai kontroversial.
Jika hal ini selalu terjadi bukan tidak mungkin akan ada dugaan penyelewengan anggaran yang dampak nya sangat signifikan untuk kemudahan dalam transportasi untuk masyarakat kayong khusus nya dan masyarakat kalimantan barat pada umum nya,
Hingga berita ini diturunkan redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak PUPR maupun kontraktor pelaksana dan pihak pihak terkait lain nya.










