Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
PUPR

Alat Yang Digunakan Tidak Sesuai Spesifikasi Jembatan 4,8 M Disorot Publik

57
×

Alat Yang Digunakan Tidak Sesuai Spesifikasi Jembatan 4,8 M Disorot Publik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KAYONG UTARA – Kegiatan Penyelenggaraan Jalan provinsi dengan nama kegiatan Rehabilitasi Jembatan
Ruas Jalan Sukadana – Teluk Batang dengan nilai kontrak
Fantastik Rp 4.818. 181.818,18 menjadi sumber pertanyaan masyarakat,

 

Example 300x600

jembatan yang di kerjakan di dua lokasi itu seakan menjadi kontroversial, karna dengan nilai yang begitu besarnya anggaran hanya menggunakan konstruksi kayu ulin.
Diduga terjadi mark up, hingga waktu pelaksanaan yang begitu singkat dinilai sangat tidak ideal dengan besar nya
nilai kontrak,

Publik mempertanyakan, profesionalisme dari dinas PUPR
provinsi kalimantan barat dalam menyusun dan merencanakan serta melaksanakan anggaran yang begitu
besar, hanya untuk merehabilitasi 2 jembatan dengan struktur
utama dari kayu ulin.

tim inveatigasi juga menemukan pengecoran yang hanya menggunakan mesin molen, Kualitas, mutu dipertanyakan?
Kemana pengawas, kemana konsultan?

Proyek yang di laksanakan oleh Cv HASEA KARYA dengan Konsultan pengawas PT ASCON MULTI JASA, KSO PT TRI TUNGGAL REKAYASA KHATULISTIWA tersebut terus menjadi
sorotan karna Bekerja sudah melewati masa kontrak.

Proyek yang waktu pelaksanaan nya hanya 92 hari tersebut dinilai sangat tidak ideal dengan pelaksanaan nya karna dilaksanakan pada akhir tahun yang sering terjadi bencana
banjir rob yang dapat menghambat waktu pelaksanaan.Proyek ini juga diduga bukan dikerjakan langsung oleh pihak kontraktor namun dikerjakan oleh pihak lain yang tidak ada korelasi nya di dalam struktur CV Hasea karya.Terpantau di lapangan, pekerjaan tersebut di kerjakan oleh diduga UDN. Seorag warga kayong utara yang diketahui merupakan orang kepercayaan dari pengusaha SPBU Haji R.

Dari dugaan pinjam bendera atau nama cv tersebut dan bukan profesional kontraktor

sehingga menimbulkan kekhawtiran publik terhadap kualitas dari hasil pekerjaaan tersebut, dan benar saja ternyata yang didalam dokument kontrak terdapat penggunakan alat pengentak tiang,ternyata terpantau media, tidak di kerjakan.


Yang digunakan malah excavator yang
digunakan sebagai alat pengentak tongkatkayu ulin,Perbedaan alat pengentak dan excavator sangat jauh dari kualitas dan mutu,
sehingga bisa menimbulkan patah nya kayu yang menjadi pondasi utama.

Belum lagi temuan dilapangan, tentang pengecoran lantai jembatan yang menggunakan mesin molen, tidak menggukan batching plant, sehingga kualitas dari cor an tersebut di pertanyakan.

Publik mendesak agar ada penjelasan
dari pihak terkait baik PUPR prov
Kalbar maupun kontraktor pelaksana**

 

Red: KN

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *